1.
Praktikum
Hukum Kekekalan Massa
HUKUM – HUKUM DASAR KIMIA (HUKUM LAVOISIER)
I.
Tujuan Percobaan:
Untuk membuktikan hukum Lavoisier bahwa massa zat sebelum dan
sesudah reaksi adalah sama
b.
Langkah Kerja
1.
Memasukkan 5 mL larutan KI 0,5 M kedalam salah satu kaki tabung bentuk Y
terbalik dan 5 mL larutan Pb(CH3COO)2 0,5 M kedalam kaki yang satu lagi kemudian
tutup tabung Y dengan sumbat.
2.
Masukkan tabung bentuk Y tersebut kedalam gelas kimia 300 mL dengan hati-hati
kemudian timbanglah gelas itu beserta isinya. Catat massanya.
3.
Miringkan tabung bentuk Y sehingga larutan pada kedua kakinya bercampur.
Perhatikan reaksi yang terjadi. Timbang kembali gelas kimia beserta tabung
berisi larutan itu. Catat massanya.
4.
Bandingkan massa tabung beserta isinya sebelum dan sesudah reaksi.
III. Data Pengamatan dan pembahasan
a. Data Pengamatan
Bahan
|
Massa
zat sebelum reaksi (gram)
|
Massa
zat sesudah reaksi (gram)
|
KI
+ CH3(COO)2Pb
|
b. Pembahasan
1. Perubahan apakah yang dapat
Anda amati dalam percobaan di atas?
2. Mengapa tabung Y pada percobaan
ini harus ditutup?
3. Bagaimanakah massa sebelum dan
massa sesudah reaksi pada percobaan yang Anda lakukan?
4. Apakah Hukum Kekekalan Massa
berlaku untuk percobaan yang Anda lakukan ? Jelaskan !
IV. Kesimpulan
Kesimpulan apa yang dapat diperoleh dari percobaan ini ?
V. Evaluasi
Pikirkan tentang reaksi pembakaran kertas. Apakah massa kertas
sebelum dan sesudah reaksi juga sama?
Jawabannya
1. pada percobaan diatas, terjadi reaksi kimia antara larutan
timbal dan kalium iodida, maka perubahan yang terjadi adalah terbentuknya
endapan kuning.
2. Tabung reaksi harus ditutup karena hukum kekekalan massa hanya berlaku pada sistem tertutup.
3. massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama
4. Ya, karena massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.
2. Tabung reaksi harus ditutup karena hukum kekekalan massa hanya berlaku pada sistem tertutup.
3. massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama
4. Ya, karena massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.
kesimpulan:
Pada sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reksi berbeda ,sedangkan dalam hokumkekekalan massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.Ini dikarenakan olehbeberapa faktor-faktor angin,ketidak telitian,dl
Pada sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reksi berbeda ,sedangkan dalam hokumkekekalan massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.Ini dikarenakan olehbeberapa faktor-faktor angin,ketidak telitian,dl
evaluasi:
tidak. sebab pada umumnya, pembakaran kertas berlangsung di dalam ruang terbuka, dan sebagian hasil pembakaran kertas adalah gas, sehingga massa yg tertinggal akan menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan massa kertas semula.
tidak. sebab pada umumnya, pembakaran kertas berlangsung di dalam ruang terbuka, dan sebagian hasil pembakaran kertas adalah gas, sehingga massa yg tertinggal akan menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan massa kertas semula.
2 Uji Nyala
Kation Logam Alkali dan Alkali Tanah
Setiap atom jika diberi energy akan mengalami perubahan kedudukan electron atau dengan kata lain akan tereksitasi dan memancarkan energy radiasi elektromagnetik untuk kembali ke tingkatdasar(keadaanstabil).
Untuk mengetahui warna nyala dari logam-logam alkali dan alkali tanah yang terbilang reaktif, maka dapat dilakukan dengan mengeksitasikan unsur-unsur logam tersebut. hal ini dapat dilakukan dengan cara membakar (uji nyala) senyawa-senyawanya.
Kekhasan warna yang dihasilkan dari kation logam alkali dan alkali tanah dapat digunakan untuk mengidentifikasi (analisis kualitatif) suatu senyawa. Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui warna nyala logam alkali dan alkali tanah!
Tujuan
Mengamati dan mengidentifikasi warna
nyala kation logam alkali dan alkali tanah
Alat dan bahan
Kawat platina atau kawat nikrom, pembakar Bunsen, kaca arloji, kaca kobalt, HCl pekat, LiCl, NaCl, KCl, CaCl2, BaCl2, MgCl2
Langkah kerja 1
·
Taruh sedikit zat (3-4 mg) ke dalam kaca arloji
Taruh sedikit zat (3-4 mg) ke dalam kaca arloji
·
Tetesi dengan HCl pekat kemudian larutkan
Tetesi dengan HCl pekat kemudian larutkan
·
Celupkan kawat platina ke dalam larutan tersebut, kemudian bakar pada pembakar Bunsen
Celupkan kawat platina ke dalam larutan tersebut, kemudian bakar pada pembakar Bunsen
·
Amati warna nyala api
Amati warna nyala api
·
Untuk kalium, warna nyala dapat dilihat lebih jelas menggunakan kaca kobalt
Untuk kalium, warna nyala dapat dilihat lebih jelas menggunakan kaca kobalt
Langkh kerja 2:
Cara
kerja
- Siapkan
kristal CaCl2 dalam kaca arloji
- Tuangkan
larutan asam klorida pekat ke dalam dua tabung reaksi masing-masing
sebanyak kira-kira 1 ml
- Celupkan
ujung kawat nikrom ke dalam Hcl pekat dalam tabung I, kemudian masukan
kedalam nyala api yang panas. Ulangi pekerjaan ini sampai kawat nikrom
bersih (tidak memberi warna nyala lain).
- Celupkan
ujung kawat nikrom yang telah bersih ke dalam HCl pekat dalam tabung II,
kemudian ke dalam kristal CaCl2 (pada kaca arloji). Selanjutnya masukan
ujung kawat nikrom itu ke dalam nyala api yang panas.Catat pengamatan
anda!
- Ulangi
prosedur 3 dan 4 diatas dengan menggunakan senyawa yang lain seperti SrCl2
dan BaCl2
Data pengamatan
Unsur : Warna Nyala
1.
iCl : . . . . .
iCl : . . . . .
2.
NaCl : . . . .
NaCl : . . . .
3.
KCl : . . . . .
KCl : . . . . .
4.
CaCl2 : . . . .
CaCl2 : . . . .
5.
BaCl2 : . . . .
BaCl2 : . . . .
6.
MgCl2 : . . . .
MgCl2 : . . . .
Pertanyaan
1.
Bandingkan warna nyala kalium dengan menggunakan kaca kobalt dan tanpa kobalt
Bandingkan warna nyala kalium dengan menggunakan kaca kobalt dan tanpa kobalt
2.
Bagaimana terbentuknya warna nyala tersebut? jelaskan!
Bagaimana terbentuknya warna nyala tersebut? jelaskan!
3.
Dari warnya nyalanya yang bervariasi, apa kegunaan senyawa tersebut?
Dari warnya nyalanya yang bervariasi, apa kegunaan senyawa tersebut?
Tujuan Percobaan
1)Membuat indikator asam-basa dari bahan-bahan
alami
2)Menentukan trayek perubahan indikator asam
basa
Alat
1.Tabung reaksi
2.Rak tabung reaksi
3.Mortar dan alu
4.Pipet
5.Dropplate
6.Gelas kimia
7.Corong kaca
Bahan
1.Bunga kembang sepatu merah
2.Buah beet
3.Kunyit
4.Aquades
5.Asam cuka
6.NaOH 0.1M
7.Larutan yang diketahui Phnya 1,3,5,7,12,13
8.Phenolphtalein
9.Metil merah
10.Bromtimol biru
Dasar Teori
Zat yang bersifat asam basa
banyak terdapat dalam kehidupansehari hari Asam sitrat, vitamin C tidak lain
dari asam askorbat,asam asetat, yaitu cuka, asam karbonat dapat memberikan rasasegar dalam minuman ringan, asam sulfat untuk
Akumulator.
Contoh basa : Amoniak untuk pelarut desinfektan. Soda api(natrium hidroksida) untuk membersihkan saluran bak cuci,alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida
untuk obat nyeri lambung.
Asam dan Basa memiliki sifat - sifat yang berbeda, asam
suatu zat yang rasanya asam, korosif (bersifat merusak) dan dapat merubah warna kertas lakmus
biru menjadi merah, sedangkan basa memilikirasa pahit, licin (kaustik) dan
dapat merubah kertas lakmus merahmenjadi biru. untuk mengetahui suatu larutan asam atau basadigunakan
kertas lakmus (indikator).
Tabel indikator untuk menunjukkan Asam atau Basa
Persamaan ketetapan keseimbangan
Cara kerja
Kegiatan 1
1)Ambil 2 helai mahkota bunga sepatu berwarna
merah dengan 5ml Akuades dalamlumpang porselin. Saring kemudian masukkan ke dalam 2 tabung
reaksi masing-masing 1ml.
2)Masukkan 5 tetes asam cuka ke dalam tabung
reaksi yang pertama dan 5 tetes air NaOH ke dalam tabung reaksi
ke-2. Guncangkan tabung reaksi, amati dan catathasilnya.
3)Ulangi langkah 1 dan 2 untuk bit
dan kunyit
Kegiatan 2
1)Sediakan 3 indikator yaitu phenolphtalein, metil
merah, dan bromtimol biru
2)Siapkan 6 tabung reaksi, kemudian isi
masing-masing tabung dengan 2ml larutanyang berisi larutan dengan
pH(1,3,5,7,12,13) kemudian tambahkan 3 tetesindikator phenolphtalein ke dalam
masing-masing tabung reaksi. Amati dan catatsetiap perubahan yang terjadi
3)Perkirakan trayek perubahan warna untuk
indikator phenolphthalein
4)Ulangi langkah 2 dan 3 untuk indikator metil
merah dan bromtimol biru
4 PRAKTIKUM
LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
27FEB
1. Judul
Percobaan
: LARUTAN ELEKTROLIT
DAN NON ELEKTROLIT
2. Tujuan
Percobaan
: Membedakan
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
3. Teori
Singkat
:
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus
listrik, sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut
non elektrolit.
Kemampuan elektrolit menghantarkan arus listrik dalam larutannya
disebabkan oleh adanya ion – ion yang dihasilkan dari reaksi ionisasi
elektrolit dalam air.
Reaksi umum ionisasi dapat dituliskan sebagai berikut :
AxBy (s) x Ay+ (aq) +
yB x- (aq)
Reaksi ini tidak dapat terjadi pada non elektrolit, di mana
proses pelarutan pada non elektrolit hanya proses pelarutan biasa, yang tidak
disertai proses ionisasi.
Misalnya :
C6H12O6 (s) C6H12O6 (aq)
Semakin besar kemampuan elektrolit terionisasi, semakin
banyak jumlah ion yang dihasilkan dari reaksi ionisasi, maka akan semakin kuat
daya hantar listrik yang dihasilkan.
Elektrolit yang terionisasi sempurna atau mendekati sempurna dan
memiliki daya hantar listrik kuat disebut elektrolit kuat, sedangkan elektrolit
yang hanya terionisasi sebagian dan memilliki daya hantar lemah disebut
elektrolit lemah.
Untuk membedakan larutan elektrolit kuat dan non elektrolit,
dilakukan uji elektrolit yaitu dengan mengalirkan arus listrik ke dalam
larutan. Perbedaan dapat dilihat dari menyala tidaknya lampu pada alat uji atau
ada tidaknya gas pada kedua elektroda yang digunakan.
Larutan elektrolit kuat menghasilkan gas pada kedua
elektrodanya, dan dapat menyalakan lampu.
Larutan elektrolit lemah tidak dapat menyalakan lampu, tetapi
menghasilkan gas pada kedua elektrodanya.
Larutan non elektrolit tidak dapat menyalakan lampu atau
menghasilkan gas pada elektroda.
4. Alat dan
Bahan :
a) Alat yang digunakan :
§ 1 set alat uji elektrolit.
§ 3 buah gelas kimia 100ml.
b) Bahan yang digunakan :
§ Larutan NaCl.
§ Larutan CH3COOH.
§ Larutan sukrosa.
5. Langkah
Kerja
:
a. Masukkan 50 mL larutan
NaCl, CH3COOH, dan sukrosa masing – masing ke dalam gelas
kimia 100 mL.
b. Rangkailah alat uji elektrolit
sebagaimana gambar
c. Masukkan elektroda
berturut – turut ke dalam larutan NaCl, CH3COOH, dan sukrosa.(sebelum elektroda
dimasukkan ke dalam larutan, elektroda harus dalam keadaan netral dan kering).
d. Amati perubahan yang terjadi
pada elektroda dan lampu.
6.
Pengamatan
:
Hasil Pengamatan
No
|
Larutan
|
Pengamatan
|
Keterangan
|
|
Lampu
|
Elektroda
|
|||
1
|
NaCl
|
Menyala
|
Banyak
gelembung
|
Elektrolit
Kuat
|
2
|
CH3COOH
|
Tidak
Menyala
|
Ada
Gelembung
|
Elektrolit
Lemah
|
3
|
Sukrosa
|
Tidak
Menyala
|
Tidak
Ada Gelembung
|
Non
Elektrolit
|
7. Kesimpulan :
1. Larutan NaCl yang dialiri arus
listrik memiliki banyak gelembung dan lampu menyala terang. Ini
menunjukkan bahwa larutan NaCl termasuk elektrolit kuat.
2. Larutan CH3COOH yang dialiri arus listrik memiliki sedikit
gelembun g dan lampu tidak menyala. Ini menunjukkan bahwa larutan CH3COOH termasuk elektrolit lemah.
3. Larutan sukrosa yang
dialiri arus listrik tidak terdapat gelembung dan lampu tidak menyala. Ini
menunjukkan bahwa larutan sukrosa termasuk larutan non elektrolit.
5. GAYA ANTAR
MOLEKUL(POLAR&NONPOLAR)
Tujuan
: Mengetahui kepolaran beberapa senyawa
DASAR TEORIIKATAN
KOVALEN
Berdasarkan
perbedaan keelektronegatifan dua atom yang membentuk molekul dwi atom, maka
senyawa kovalen dibedakan menjadi senyawa kovalennonpolar dan senyawa kovalen
polar.
a.Senyawa Kovalen Non Polar
Senyawa kovalen akan
terjadi apabia dua atom sejenis atau dua atomyang mempunyai keelektronegatifan sama saling berkaitan membentuk molekul. Dalam molekl ini, pasangan elektron yang digunakan bersamaterletak pada jarak yang sama diantara kedua inti
atomnya sehingga tidak terjadi kutub-kutub muatan listrik (non polar). Dikatakan molekulnya bersifat
non polar dan ikatannya disebut ikatan kovalen non polar.
b.Senyawa Kovalen Polar
Senyawa
kovalen polar terjadi apabila dua atom non logam yangtidak sejenis atau dua atom non logam yang mempunyai perbedaankeelektronegatifan cukup
besar saling berkaitan membentuk molekul.Dalam molekul ini, pasangan elektron yang digunakan bersamaterletak
lebih besar. Akibatnya, masing-masing atom memperlihatkan kutub-kutub. Muatan listrik (polar). Atom yang
keelektonegatifannya lebih besar menjadi kutub muatan negatif dan
atom lainnya akan menjadi kutub muatan positif. Jadi, dalam setiap
molekulnya terdapat sebuah polar dan ikatan yangterjadi disebut ikatan kovalen
polar
Tambahan
PERBEDAAN
SENYAWA POLAR DENGAN NON POLAR
Senyawa
polar dan non polar
Ciri-ciri
senyawa polar :
dapat
larut dalam air dan pelarut polar lain
memiliki
kutub + dan kutub – , akibat tidak meratanya distribusi elektron
-memiliki
pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan
keelektronegatifan
Contoh
: alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5
Ciri-ciri
senyawa non polar :
tidak
larut dalam air dan pelarut polar lain
Tidak
memiliki kutub + dan kutub – , akibat
meratanya
distribusi elektron
-tidak
memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau
keelektronegatifannya sama
Contoh
: Cl2, PCl5, H2, N
Alat
:
· Gelas kimia
· Sendok teh
Bahan
:
·
Garam dapur
·
Tablet vit. C
·
Soda kue
·
Bensin
·
Penyedap Rasa
·
Detergen
·
Minyak Goreng
Langkah Kerja
:
1. Masukkan 100 mL air ke dalam
gelas
2. Masukkan satu sendok the garam
dapur ke dalam gelas aduk secara konstan,kemudian diamkan beberapa saat
3. Amatilah hasil reaksi!! Apakah
bahan tersebut larut? Jika larut,berarti bahan tersebut bersifet polar.
Sebaliknya jika tidak larut maka bahan tersebut bersifat nonpolar
4. Ulanglah kegiatan 1-3 untuk
bahan-bahan selanjutnya
Data Pengamatan :
Berdasarkan kegiatan diatas,saya memperoleh data sebagai
berikut:
No
|
Bahan
|
Larut tanpa pengadukan
|
Larut dengan pengadukan
|
Tidak larut
|
1
|
Garam Bapur
|
√
|
||
2
|
Tablet vit. C
|
√
|
||
3
|
Soda Kue
|
√
|
||
4
|
Bensin
|
√
|
||
5
|
Penyedap rasa
|
√
|
||
6
|
Detergen
|
√
|
||
7
|
Minyak goreng
|
√
|
Pertanyaan:
BAHAN DISKUSI
1. Adakah bahan-bahan yang larut tanpa pengadukan?
Adakah bahan-bahan yang larut setelah diaduk?
Jawab:
·
Bahan-bahan yang larut tanpa pengadukan adalah garam, detergen
& vit.C
·
Bahan-bahan yang larutsetelah diaduk adalah soda kue dan
penyedap rasa
1.
Adakah bahan-bahan yang tetap tidak larut setelah pengadukan?
Jawab:
Ya,ada. Seperti minyak goring dan Bensin. Air dan bahan tersebut
tidak menyatu walaupun telah diaduk
1.
Apakah pengadukan mempengaruhi kelarutan suatu senyawa?
Jawab:
Pada umumnya ada maupun tidak adanya pengadukan tetap saja bahan
tersebut akan larut(bila bahan tersebut larut). Pengadukan hanya berfungsi agar
suatu senyawa dapat larut dalam waktu singkat, namun bila tidak di aduk tetap
saja senyawa tersebut larut namun waktu yang diperlukan sangat lama
1.
Adakah factor-faktor lain yang mempengaruhi kelarutan senyawa?
Jawab:
Ya ada,faktor-faktor tersebut adalah
·
Suhu
·
Banyaknya senyawa pelarut(volume pelarut)
·
Tekanan
·
Luas area senyawa
·
Konsentrasi senyawa
1.
Kelompokkanlah bahan-bahan yang telah anda uji tersebut berdasarkan
kepolarannya!
Jawab:
Polar: garam dapur, tablet vit.c , soda kue, penyedap rasa
Non polar: minyak goreng, bensin
IV.KESIMPULAN
Dari hasil percobaan kami dapat menyimpulkan
bahwa apabila suatusenyawa tidak berbentuk endapan maka bahan
tersebut ersifat polar contohnya pada garam dapur sedangkan apabila
suatu senyawa berbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat non
polar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar