Rabu, 22 Februari 2012

Ujian Praktek Kimia


1.       Praktikum Hukum Kekekalan Massa

HUKUM – HUKUM DASAR KIMIA (HUKUM LAVOISIER)
I.            Tujuan Percobaan:
Untuk membuktikan hukum Lavoisier bahwa massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama





b.      Langkah Kerja
1.      Memasukkan 5 mL larutan KI 0,5 M kedalam salah satu kaki tabung bentuk Y terbalik dan 5 mL larutan Pb(CH3COO)2 0,5 M kedalam kaki yang satu lagi kemudian tutup tabung Y dengan sumbat.
2.      Masukkan tabung bentuk Y tersebut kedalam gelas kimia 300 mL dengan hati-hati kemudian timbanglah gelas itu beserta isinya. Catat massanya.
3.      Miringkan tabung bentuk Y sehingga larutan pada kedua kakinya bercampur. Perhatikan reaksi yang terjadi. Timbang kembali gelas kimia beserta tabung berisi larutan itu. Catat massanya.
4.      Bandingkan massa tabung beserta isinya sebelum dan sesudah reaksi.
III. Data Pengamatan dan pembahasan

a.       Data Pengamatan

Bahan
Massa zat sebelum reaksi (gram)
Massa zat sesudah reaksi (gram)
KI + CH3(COO)2Pb
b.      Pembahasan
1.      Perubahan apakah yang dapat Anda amati dalam percobaan di atas?
2.      Mengapa tabung Y pada percobaan ini harus ditutup?
3.      Bagaimanakah massa sebelum dan massa sesudah reaksi pada percobaan yang Anda lakukan?
4.      Apakah Hukum Kekekalan Massa berlaku untuk percobaan yang Anda lakukan ?  Jelaskan !
IV. Kesimpulan
Kesimpulan apa yang dapat diperoleh dari percobaan ini ?

V.    Evaluasi
Pikirkan tentang reaksi pembakaran kertas. Apakah massa kertas sebelum dan sesudah reaksi juga sama?
Jawabannya
1. pada percobaan diatas, terjadi reaksi kimia antara larutan timbal dan kalium iodida, maka perubahan yang terjadi adalah terbentuknya endapan kuning.
2. Tabung reaksi harus ditutup karena hukum kekekalan massa hanya berlaku pada sistem tertutup.
3. massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama
4. Ya, karena massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.
kesimpulan:
Pada sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama.
Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reksi berbeda ,sedangkan dalam hokumkekekalan massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama.Ini dikarenakan olehbeberapa faktor-faktor angin,ketidak telitian,dl
evaluasi:
tidak. sebab pada umumnya, pembakaran kertas berlangsung di dalam ruang terbuka, dan sebagian hasil pembakaran kertas adalah gas, sehingga massa yg tertinggal akan menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan massa kertas semula.


2 Uji Nyala Kation Logam Alkali dan Alkali Tanah


Setiap atom jika diberi energy akan mengalami perubahan kedudukan electron atau dengan kata lain akan tereksitasi dan memancarkan energy radiasi elektromagnetik untuk kembali ke tingkatdasar(keadaanstabil).
Untuk mengetahui warna nyala dari logam-logam alkali dan alkali tanah yang terbilang reaktif, maka dapat dilakukan dengan mengeksitasikan unsur-unsur logam tersebut. hal ini dapat dilakukan dengan cara membakar (uji nyala) senyawa-senyawanya.
Kekhasan warna yang dihasilkan dari kation logam alkali dan alkali tanah dapat digunakan untuk mengidentifikasi (analisis kualitatif) suatu senyawa. Lakukan kegiatan berikut untuk mengetahui warna nyala logam alkali dan alkali tanah!

Tujuan

Mengamati dan mengidentifikasi warna nyala kation logam alkali dan alkali tanah



Alat dan bahan


Kawat platina atau kawat nikrom, pembakar Bunsen, kaca arloji, kaca kobalt, HCl pekat, LiCl, NaCl, KCl, CaCl2, BaCl2, MgCl2

Langkah kerja 1

·        
Taruh sedikit zat (3-4 mg) ke dalam kaca arloji
·        
Tetesi dengan HCl pekat kemudian larutkan
·        
Celupkan kawat platina ke dalam larutan tersebut, kemudian bakar pada pembakar Bunsen
·        
Amati warna nyala api
·        
Untuk kalium, warna nyala dapat dilihat lebih jelas menggunakan kaca kobalt

Langkh kerja 2:
Cara kerja
  1. Siapkan kristal CaCl2 dalam kaca arloji
  2. Tuangkan larutan asam klorida pekat ke dalam dua tabung reaksi masing-masing sebanyak kira-kira 1 ml
  3. Celupkan ujung kawat nikrom ke dalam Hcl pekat dalam tabung I, kemudian masukan kedalam nyala api yang panas. Ulangi pekerjaan ini sampai kawat nikrom bersih (tidak memberi warna nyala lain).
  4. Celupkan ujung kawat nikrom yang telah bersih ke dalam HCl pekat dalam tabung II, kemudian ke dalam kristal CaCl2 (pada kaca arloji). Selanjutnya masukan ujung kawat nikrom itu ke dalam nyala api yang panas.Catat pengamatan anda!
  5. Ulangi prosedur 3 dan 4 diatas dengan menggunakan senyawa yang lain seperti SrCl2 dan BaCl2

Data pengamatan


Unsur : Warna Nyala
1.     
      iCl : . . . . .
2.     
      NaCl : . . . .
3.     
     KCl : . . . . .
4.     
     CaCl2 : . . . .
5.     
    BaCl2 : . . . .
6.     
     MgCl2 : . . . .

Pertanyaan

1.     
Bandingkan warna nyala kalium dengan menggunakan kaca kobalt dan tanpa kobalt
2.     
Bagaimana terbentuknya warna nyala tersebut? jelaskan!
3.     
Dari warnya nyalanya yang bervariasi, apa kegunaan senyawa tersebut?


 3, PH LARUTAN ASAM – BASA

Tujuan Percobaan
1)Membuat indikator asam-basa dari bahan-bahan alami
2)Menentukan trayek perubahan indikator asam basa

Alat
1.Tabung reaksi
2.Rak tabung reaksi
3.Mortar dan alu
4.Pipet
5.Dropplate
6.Gelas kimia
7.Corong kaca

Bahan
1.Bunga kembang sepatu merah
2.Buah beet
3.Kunyit
4.Aquades
5.Asam cuka
6.NaOH 0.1M
7.Larutan yang diketahui Phnya 1,3,5,7,12,13
8.Phenolphtalein
9.Metil merah
10.Bromtimol biru

Dasar Teori

Zat yang bersifat asam basa banyak terdapat dalam kehidupansehari hari Asam sitrat, vitamin C tidak lain dari asam askorbat,asam asetat, yaitu cuka, asam karbonat dapat memberikan rasasegar dalam minuman ringan, asam sulfat untuk Akumulator.
 Contoh basa : Amoniak untuk pelarut desinfektan. Soda api(natrium hidroksida) untuk membersihkan saluran bak cuci,alumunium hidroksida dan magnesium hidroksida untuk obat nyeri lambung.
Asam dan Basa memiliki sifat - sifat yang berbeda, asam suatu zat yang rasanya asam, korosif (bersifat merusak) dan dapat merubah warna kertas lakmus biru menjadi merah, sedangkan basa memilikirasa pahit, licin (kaustik) dan dapat merubah kertas lakmus merahmenjadi biru. untuk mengetahui suatu larutan asam atau basadigunakan kertas lakmus (indikator).
 Tabel indikator untuk menunjukkan Asam atau Basa


Persamaan ketetapan keseimbangan
Cara kerja
Kegiatan 1
1)Ambil 2 helai mahkota bunga sepatu berwarna merah dengan 5ml Akuades dalamlumpang porselin. Saring kemudian masukkan ke dalam 2 tabung reaksi masing-masing 1ml.
2)Masukkan 5 tetes asam cuka ke dalam tabung reaksi yang pertama dan 5 tetes air  NaOH ke dalam tabung reaksi ke-2. Guncangkan tabung reaksi, amati dan catathasilnya.
3)Ulangi langkah 1 dan 2 untuk bit dan kunyit
Kegiatan 2
1)Sediakan 3 indikator yaitu phenolphtalein, metil merah, dan bromtimol biru
2)Siapkan 6 tabung reaksi, kemudian isi masing-masing tabung dengan 2ml larutanyang berisi larutan dengan pH(1,3,5,7,12,13) kemudian tambahkan 3 tetesindikator phenolphtalein ke dalam masing-masing tabung reaksi. Amati dan catatsetiap perubahan yang terjadi
3)Perkirakan trayek perubahan warna untuk indikator phenolphthalein
4)Ulangi langkah 2 dan 3 untuk indikator metil merah dan bromtimol biru


4  PRAKTIKUM LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT
27FEB

1.      Judul Percobaan          :           LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

2.      Tujuan Percobaan        :           Membedakan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

3.      Teori Singkat               :

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut non elektrolit.

Kemampuan elektrolit menghantarkan arus listrik dalam larutannya disebabkan oleh adanya ion – ion yang dihasilkan dari reaksi ionisasi elektrolit dalam air.

Reaksi umum ionisasi dapat dituliskan sebagai berikut :

AxBy (s) x Ay+ (aq) + yB x- (aq)

Reaksi ini tidak dapat terjadi pada non elektrolit, di mana proses pelarutan pada non elektrolit hanya proses pelarutan biasa, yang tidak disertai proses ionisasi.
Misalnya :
 C6H12O6 (s)  C6H12O6 (aq)
 Semakin besar kemampuan elektrolit terionisasi, semakin banyak jumlah ion yang dihasilkan dari reaksi ionisasi, maka akan semakin kuat daya hantar listrik yang dihasilkan.

Elektrolit yang terionisasi sempurna atau mendekati sempurna dan memiliki daya hantar listrik kuat disebut elektrolit kuat, sedangkan elektrolit yang hanya terionisasi sebagian dan memilliki daya hantar lemah disebut elektrolit lemah.

Untuk membedakan larutan elektrolit kuat dan non elektrolit, dilakukan uji elektrolit yaitu dengan mengalirkan arus listrik ke dalam larutan. Perbedaan dapat dilihat dari menyala tidaknya lampu pada alat uji atau ada tidaknya gas pada kedua elektroda yang digunakan.

Larutan elektrolit kuat menghasilkan gas pada kedua elektrodanya, dan dapat menyalakan lampu.
Larutan elektrolit lemah tidak dapat menyalakan lampu, tetapi menghasilkan gas pada kedua elektrodanya.
Larutan non elektrolit tidak dapat menyalakan lampu atau menghasilkan gas pada elektroda.

4.      Alat dan Bahan           :
a)      Alat yang digunakan :
§  1 set alat uji elektrolit.
§  3 buah gelas kimia 100ml.

b)      Bahan yang digunakan :
§  Larutan NaCl.
§  Larutan CH3COOH.
§  Larutan sukrosa.

5.      Langkah Kerja                        :
a.       Masukkan 50 mL larutan NaCl, CH3COOH, dan sukrosa masing – masing ke dalam gelas kimia 100 mL.
b.      Rangkailah alat uji elektrolit sebagaimana gambar
c.       Masukkan elektroda berturut – turut ke dalam larutan NaCl, CH3COOH, dan sukrosa.(sebelum elektroda dimasukkan ke dalam larutan, elektroda harus dalam keadaan netral dan kering).

d.      Amati perubahan yang terjadi pada elektroda dan lampu.
6.      Pengamatan                 :

Hasil Pengamatan
No
Larutan
Pengamatan
Keterangan
Lampu
Elektroda
1
NaCl
Menyala
Banyak gelembung
Elektrolit  Kuat
2
CH3COOH
Tidak Menyala
Ada Gelembung
Elektrolit Lemah
3
Sukrosa
Tidak Menyala
Tidak Ada Gelembung
Non Elektrolit

7.      Kesimpulan :

1.      Larutan NaCl yang dialiri arus listrik memiliki banyak  gelembung dan lampu menyala terang. Ini menunjukkan bahwa larutan NaCl termasuk elektrolit kuat.
2.      Larutan CH3COOH yang dialiri arus listrik memiliki sedikit gelembun g dan lampu tidak menyala. Ini menunjukkan bahwa larutan CH3COOH termasuk elektrolit lemah.
3.      Larutan sukrosa  yang dialiri arus listrik tidak terdapat gelembung dan lampu tidak menyala. Ini menunjukkan bahwa larutan sukrosa termasuk larutan non elektrolit.







5. GAYA ANTAR MOLEKUL(POLAR&NONPOLAR)
Tujuan                   : Mengetahui kepolaran beberapa senyawa

DASAR TEORIIKATAN KOVALEN
Berdasarkan perbedaan keelektronegatifan dua atom yang membentuk molekul dwi atom, maka senyawa kovalen dibedakan menjadi senyawa kovalennonpolar dan senyawa kovalen polar.
a.Senyawa Kovalen Non Polar
Senyawa kovalen akan terjadi apabia dua atom sejenis atau dua atomyang mempunyai keelektronegatifan sama saling berkaitan membentuk molekul. Dalam molekl ini, pasangan elektron yang digunakan bersamaterletak pada jarak yang sama diantara kedua inti atomnya sehingga tidak terjadi kutub-kutub muatan listrik (non polar). Dikatakan molekulnya bersifat non polar dan ikatannya disebut ikatan kovalen non polar.
b.Senyawa Kovalen Polar
Senyawa kovalen polar terjadi apabila dua atom non logam yangtidak sejenis atau dua atom non logam yang mempunyai perbedaankeelektronegatifan cukup besar saling berkaitan membentuk molekul.Dalam molekul ini, pasangan elektron yang digunakan bersamaterletak lebih besar. Akibatnya, masing-masing atom memperlihatkan kutub-kutub. Muatan listrik (polar). Atom yang keelektonegatifannya lebih besar menjadi kutub muatan negatif dan atom lainnya akan menjadi kutub muatan positif. Jadi, dalam setiap molekulnya terdapat sebuah polar dan ikatan yangterjadi disebut ikatan kovalen polar
Tambahan

PERBEDAAN SENYAWA POLAR DENGAN NON POLAR
Senyawa polar dan non polar
Ciri-ciri senyawa polar :
dapat larut dalam air dan pelarut polar lain
memiliki kutub + dan kutub – , akibat tidak meratanya distribusi elektron
-memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki perbedaan keelektronegatifan
Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5
Ciri-ciri senyawa non polar :
tidak larut dalam air dan pelarut polar lain
Tidak memiliki kutub + dan kutub – , akibat
meratanya distribusi elektron
-tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau keelektronegatifannya sama
Contoh : Cl2, PCl5, H2, N

Alat                        :
·         Gelas kimia
·         Sendok teh
Bahan                    :
·         Garam dapur
·         Tablet vit. C
·         Soda kue
·         Bensin
·         Penyedap Rasa
·         Detergen
·         Minyak Goreng
Langkah Kerja       :
1.      Masukkan 100 mL air ke dalam gelas
2.      Masukkan satu sendok the garam dapur ke dalam gelas aduk secara konstan,kemudian diamkan beberapa saat
3.      Amatilah hasil reaksi!! Apakah bahan tersebut larut? Jika larut,berarti bahan tersebut bersifet polar. Sebaliknya jika tidak larut maka bahan tersebut bersifat nonpolar
4.      Ulanglah kegiatan 1-3 untuk bahan-bahan selanjutnya
Data Pengamatan  :
Berdasarkan kegiatan diatas,saya memperoleh data sebagai berikut:
No
Bahan
Larut tanpa pengadukan
Larut dengan pengadukan
Tidak larut
1
Garam Bapur
2
Tablet vit. C
3
Soda Kue
4
Bensin
5
Penyedap rasa
6
Detergen
7
Minyak goreng
Pertanyaan:
BAHAN DISKUSI
1.   Adakah bahan-bahan yang larut  tanpa pengadukan? Adakah bahan-bahan yang larut setelah diaduk?
Jawab:
·         Bahan-bahan yang larut tanpa pengadukan adalah garam, detergen & vit.C
·         Bahan-bahan yang larutsetelah diaduk adalah soda kue dan penyedap rasa
1.                 Adakah bahan-bahan yang tetap tidak larut setelah pengadukan?
Jawab:
Ya,ada. Seperti minyak goring dan Bensin. Air dan bahan tersebut tidak menyatu walaupun telah diaduk
1.                 Apakah pengadukan mempengaruhi kelarutan suatu senyawa?
Jawab:
Pada umumnya ada maupun tidak adanya pengadukan tetap saja bahan tersebut akan larut(bila bahan tersebut larut). Pengadukan hanya berfungsi agar suatu senyawa dapat larut dalam waktu singkat, namun bila tidak di aduk tetap saja senyawa tersebut larut namun waktu yang diperlukan sangat lama
1.                 Adakah factor-faktor lain yang mempengaruhi kelarutan senyawa?
Jawab:
Ya ada,faktor-faktor tersebut adalah
·         Suhu
·         Banyaknya senyawa pelarut(volume pelarut)
·         Tekanan
·         Luas area senyawa
·         Konsentrasi senyawa
1.                 Kelompokkanlah bahan-bahan yang telah anda uji tersebut berdasarkan kepolarannya!
Jawab:
Polar: garam dapur, tablet vit.c , soda kue, penyedap rasa
Non polar: minyak goreng, bensin

IV.KESIMPULAN
Dari hasil percobaan kami dapat menyimpulkan bahwa apabila suatusenyawa tidak berbentuk endapan maka bahan tersebut ersifat polar contohnya pada garam dapur sedangkan apabila suatu senyawa berbentuk endapan maka bahan tersebut bersifat non polar



Tidak ada komentar: