Awal pertama saya mendengar, mengetahui dan melihat
anak yang memiliki kebutuhan khusus, yaitu dari cerita pengalaman kedua orang
tua dan berkunjung ke sekolah tempat kedua orang tua saya mengajar. Dari
pengalaman orang tua saya tentang anak berkebutuhan khusus, misalnya dari
cerita Ayah yang mengajar SLB – B yaitu tunarungu, menurut pandangan saya
dengan anak tunarungu mereka memilki pikiran yang normal tetapi mereka memilki
kekurangan yaitu sulit berbicara karena adanya gangguan dari indra pendengar mereka, sehingga mereka dalam
berkomunikasi menggunakan gerakan tangan yaitu SIBI, dan untuk berkomunikasi
dengan mereka susah. Sedangkan Ibu mengajar SLB-C yaitu tunagrahita banyak
kejadian yang menarik terjadi yaitu anak yang ibu tanganin adalah anak yang
selalu tidak pernah menjaga kebersihan dan penampilan dirinya, sering mengilar
disembarang tempat, sering buang air kecil di kelas. saya
merasa mereka itu beda dengan yang lain. Beda dalam arti disini yaitu
cara perilaku dia dengan orang lain dan penampilan dia yang berbeda dengan
orang di sekitar kita pada umumnya. Dalam pikiran saya, saya beranggapan
“mereka itu aneh, unik dan sempat berpikir kok bisa seperti itu ya?”. Anggapan
saya yang seperti itu ada di pikiran saya, karena saya awalnya tidak terlalu
mengerti anak berkebutuhan khusus dan apa penyebab mereka dapat berperilaku
seperti itu.
Dengan mendengar dan melihat pengalaman kedua
orang tua, saya menjadi lebih bersemangat dan rasa ingin tahu tentang anak
berkebutuhan khusus semakin meningkat, sehingga saya ingin masuk Pendidikan
Luar Biasa. Alasan masuk ke
Pendidikan Luar Biasa, Pertama itu saya ingin memperdalam lagi macam- macam
anak berkebutuhan khusus, apa penyebabnya mereka seperti itu, dan cara
mengatasinya dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Kedua, karena jurusan
ini sangat mulia walaupun guru itu mulia tetapi guru dalam bidang ini lebih
mulia karena menangani anak berkebutuhan khusus. Terakhir, lapangan pekerjaan
untuk jurusan ini sangat luas dan sangat dibutuhkan. Sehingga saya meyakini
bahwa jurusan yang saya ambil ini tidak salah, dan sesuai dengan alasan saya.
Pendidikan Luar Biasa itu menurut saya yaitu
suatu pendidikan yang mengajar anak –anak berkebutuhan khusus seperti anak –
anak yang mengalami gangguan pada indera, fisik maupun mentalnya. Selain itu di
pendidikan ini terdapat anak berbakat yaitu anak yang memiliki bakat- bakat
yang istimewa. Dalam pendidikan ini merupakan pendidikan yang sangat istimewa
karena di pendidikan ini kita mempelajari karakteristik dari anak – anak
berkebutuhan khusus, materi belajar yang mengasyikkan dan kita juga mempelajari
saraf – saraf, selain itu menurut saya Pendidikan Luar Biasa ini selain kita
menjadi guru tetapi kita juga sebagai dokter untuk anak berkebutuhan khusus.
Yang membedakan anak berkebutuhan khusus
dengan anak pada umumnya adalah gangguan pada indera, fisik dan mental. Dari
pengalaman yang saya alami ada beberapa perbedaan. Saat saya mengunjungi SLB
B-C ada peristiwa yang sangat benar- benar membuat saya sadar yaitu saat saya
mencari ayah ada seorang anak tunarungu umurnya kira-kira 16 tahun dan dia
masih tingkat SMP di SLB-B mendekati saya dan dengan kata- kata yang diucapkan
kurang jelas tetapi saya sedikit mengerti dan ternyata dia menunjukan saya
ruangan ayah saya, tetapi bedanya dengan anak pada umumnya jarang ada anak atau
siswa yang langsung melakukan tindakan yang dilakukan anak tunarungu tersebut,
karena mereka terlalu tidak peduli dengan lingkungan. Dapat disimpulkan ternyata
pendidikan bukan hanya materi yang diperlukan tetapi cara bersosialisasi dan
berinteraksi dengan lingkungan sekitar yang sangat perlu. Dari segi fisik, saat saya masuk keruangan Ibu
saya mengajar di SLB-C anak – anak tersebut tidak berpakaian rapih, sering
buang air kecil sembarangan, air liur yang selalu menetes, tetapi jika kita
lihat anak yang pada umumnya pasti tidak ada yang mengalami seperti itu. Selain
itu ada pengalaman lain yang membuat saya terkejut, dari pengalaman ibu saya,
jika anak tunagrahita ini sudah suka sama orang lain, maka apa yang dikatakan
orang yang disukainya pasti langsung dituruti, nama murid ibu popi, popi ini
sangat dekat dengan gurunya (ibu saya) karena metode mengajar ibu yang dianggap
menarik buat popi, dan jika popi pergi keluar negeri atau pergi keluar kota pasti
besoknya saat masuk sekolah dia membawakan bingkisan untuk gurunya. Dari
pengalaman itu pasti anak yang normal
tidak akan bersikap seperti itu. Jadi pada intinya anak berkebutuhan khusus itu
walaupun memiliki kekurangan tetapi mereka memiliki kemampuan dan kelebihan
yang sama dengan anak pada umumnya .
Tujuan saya di Pendidikan Luar Biasa yaitu
dapat memotivasi anak berkebutuhan khusus untuk tetap dan terus berjuang dan
mengeksplor kemampuan yang terpendam yang ada di dalam dirinya. Jika dari
pengalaman Ibu yang menjadi inspirasi saya sampai saat ini yaitu saya ingin
menciptakan metode yang membuat anak didik saya nantinya bisa berubah walaupun
bukan dalam pendidikan atau materi pelajaran tetapi dari segi moral dan
perilaku dia untuk lingkungan sekitar. Dan saya ingin memperlakukan mereka
seperti anak lainnya yaitu diberi ketrampilan untuk mereka siap di dunia luar,
walaupun memiliki keterbatasan tak menghalangi mereka untuk ikut dalam dunia
luar dan berjuang dengan dunia luar untuk meraih prestasi yang diinginkan.
Setelah itu semua terwujud saya ingin membangun Sekolah Luar Biasa. Amin-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar